
Rhinoplasty Hidung Punuk
1. Untuk hidung berpunuk rendah
Setelah punuk hidung dikoreksi, implan dan tulang rawan dipakai untuk menciptakan garis dan ketinggian hidung yang diinginkan.


2. Untuk hidung berpunuk tinggi


Rhinoplasty Hidung Pendek, Alasan Memilih AB
1. Garis hidung yang disesuaikan dan disempurnakan agar selaras dengan wajah
Sudut dan garis yang disesuaikan dengan proporsi wajah
Lebih harmonis dengan implan yang sesuai dengan karakteristik tiap individu
Dokter spesialis rhinoplasty yang memiliki bertahun-tahun pengalaman dan keahlian
Diagnosis memakai peralatan profesional dan konsultasi personal 1:1
2. Diagnosis akurat 3D-CT
Pemeriksaan kondisi jaringan sendiri
Pemeriksaan fungsi hidung
Pemindaian 3D-CT

3. Bentuk dan sudut nasolabial yang paling sesuai dengan wajah saya
Memperbaiki garis wajah agar lebih seimbang dan harmonis dengan mempertimbangkan panjang wajah serta sudut nasolabial.


Philtrum cekung dan tampak samping
yang terlihat kurang berdimensi
Tampak samping dengan sudut
nasolabial dan philtrum yang harmonis
#Sistem Diagnosis • Pengelolaan Personal AB
Dari konsultasi hingga pemulihan, tim medis khusus kami berkomitmen memberikan perawatan 1:1.
Perawatan Penuh Tanggung Jawab 1:1 dalam Seluruh Proses

Konsultasi 1:1 pribadi dengan
dokter penanggung jawab

Operasi oleh dokter
penanggung jawab pribadi

Pemantauan intensif oleh dokter
spesialis anestesi pribadi

Pengelolaan personal oleh konsultan
penanggung jawab pribadi

Pengecekan perkembangan dan perawatan 1:1 pasca
operasi oleh dokter penanggung jawab
INFOMATION SURGERY
Waktu operasi
1 jam~1.5 jam
Metode anestesi
Anestesi tidur
Kunjungan ke rumah sakit
2~3 kali
Waktu pemulihan
Setelah 7 hari
RECOMMEND SURGERY
Bagi yang memiliki hidung berpunuk dan tulang hidung yang lebar
Bagi yang memiliki batang hidung lebih tinggi dari ujung hidung
Bagi yang batang hidungnya terlihat tidak rata
Bagi yang bentuk hidungnya berubah karena cedera
Rhinoplasty [Hidung pesek / Hidung punuk / Osteotomi]
Setelah operasi hidung, disarankan untuk mulai menggunakan kacamata sekitar 1 bulan setelah operasi. Bagi pasien yang sebelumnya menggunakan kacamata, perlu berhati-hati saat memakai kacamata setelah operasi hidung. Pertama, jika kacamata dipakai pada tahap awal setelah operasi, berat kacamata dapat menyebabkan implan bergeser. Kedua, implan yang digunakan saat operasi hidung biasanya diposisikan hingga area pangkal hidung (glabella) sehingga saat memakai dan melepas kacamata, terdapat kemungkinan pergeseran implan. Biasanya, setelah sekitar 1 bulan pasca operasi hidung, implan akan mulai menyatu secara bertahap dengan jaringan di sekitarnya sehingga risiko pergeseran menjadi lebih kecil. Oleh karena itu, kami menyarankan untuk mulai memakai kacamata setidaknya 1 bulan setelah operasi.
Pada dasarnya, hidung miring maupun berbagai kondisi hidung lainnya dapat dikoreksi melalui operasi hidung. Namun, setiap pasien sering kali memiliki persepsi yang berbeda tentang bagian yang dianggap miring. Secara umum, hidung miring biasanya mengacu pada batang hidung yang terlihat tidak lurus dari pangkal hidung (glabella) hingga ujung hidung, dan cenderung miring ke salah satu sisi di bagian tengah. Ada juga pasien yang menyebut hidung miring untuk kondisi hidung berpunuk (hump nose) yang terlihat tidak rata jika dilihat dari samping. Melalui operasi hidung, berbagai kondisi seperti hidung miring, hidung berpunuk, hidung pesek, hidung pendek, hingga hidung bulat dapat dikoreksi. Oleh karena itu, anda tidak perlu terlalu khawatir.
Jika area hidung yang terbentur hanya berubah menjadi kemerahan, kemungkinan besar bukan patah tulang. Namun, jika anda merasa pembengkakan di area yang terbentur cukup parah, diperlukan pemeriksaan untuk memastikan ada tidaknya patah tulang. Saat bengkak parah, biasanya sulit untuk langsung memastikan adanya patah tulang. Oleh karena itu, disarankan untuk terus melakukan kompres dingin pada area yang terbentur, lalu sekitar 1–2 minggu kemudian datang kembali ke rumah sakit tempat anda dioperasi untuk melakukan CT scan serta pemeriksaan atau diagnosis mendetail oleh dokter spesialis yang menangani. Walaupun hasil diagnosis menunjukkan adanya patah tulang, selama tidak ada masalah besar pada posisi implan atau tulang rawan septum, umumnya hanya diperlukan observasi tanpa perawatan tambahan. Jadi, anda tidak perlu terlalu khawatir.
Dermis sendiri akan mulai diserap tubuh sejak ditransplantasikan ke area operasi, sehingga berbeda dengan implan, perubahan bentuk yang jelas terkadang sulit terlihat.Karena karakteristik tersebut, terdapat beberapa keterbatasan saat operasi, dan salah satu keterbatasan terbesar adalah hasil operasi yang lebih sulit diprediksi. Selain itu, berbeda dengan hasil operasi hidung menggunakan implan yang biasanya menghasilkan hidung yang ramping dan tegas, dermis sendiri yang ditransplankan pada batang hidung memiliki karakter jaringan yang lebih lembut sehingga dapat terasa seperti jaringan daging yang lunak saat disentuh. Jika anda menginginkan hidung yang glamor atau memiliki standar tertentu sebagai hasil operasi, maka operasi hidung dengan dermis sendiri biasanya kurang direkomendasikan. Sebaliknya, pada kasus operasi revisi hidung berulang yang menyebabkan kulit hidung menjadi tipis atau pada kasus dengan risiko atau efek samping tertentu, operasi hidung menggunakan dermis sendiri bisa menjadi pilihan yang lebih menguntungkan dibandingkan implan. Daripada menentukan pilihan hanya berdasarkan jenis bahan implan, sangat penting untuk terlebih dahulu memahami dengan cermat kondisi hidung anda saat ini, kemudian menentukan metode operasi yang paling sesuai melalui konsultasi dengan dokter spesialis bedah plastik.
Alasan terbesar seseorang menjalani operasi revisi hidung adalah karena ‘fenomena kontraktur kapsuler’. Kontraktur kapsuler merupakan efek samping yang terjadi akibat adanya masalah pada implan yang digunakan saat operasi hidung sehingga menimbulkan peradangan. Kondisi ini dapat menyebabkan kulit hidung menjadi keras, ujung hidung tertarik, dan hidung terlihat semakin pendek. Karena kondisi ini biasanya terlihat secara kasat mata, pasien harus segera menginformasikannya kepada rumah sakit tempat operasi dilakukan dan pemeriksaan medis untuk mengetahui penyebab masalah merupakan hal yang sangat penting. Kontraktur kapsuler dapat menimbulkan stres dan merusak bentuk hidung jika dibiarkan. Oleh karena itu, biasanya perlu dilakukan operasi revisi hidung dengan cara mengangkat implan yang ada di dalam hidung dan menggantinya dengan implan baru. Selama operasi, jaringan yang mengalami perlekatan di dalam hidung juga harus dipisahkan terlebih dahulu, sehingga prosedur ini merupakan operasi dengan tingkat kesulitan yang tinggi. Sementara itu, jika pasien ingin memperbaiki bentuk hidung karena bentuk hidung setelah operasi tidak sesuai harapan dan tidak ada peradangan atau masalah fungsional, biasanya disarankan untuk menunggu minimal 6 bulan hingga 1 tahun sampai jaringan hidung pulih demi hasil revisi yang lebih stabil.
Melalui penerapan berbagai sistem, pasien dapat menjalani operasi dengan lebih aman.

Seluruh proses pembedahan, termasuk prosedur sebelum, selama, dan pasca pembedahan, ditangani secara langsung dengan ahli anestesi penuh waktu.

Seorang spesialis anestesiologi memantau pasien secara langsung selama operasi dan melakukan pemeriksaan melalui sistem pemantauan pusat.

Untuk operasi yang lebih aman, kami telah menerapkan sistem pemeriksaan di rumah sakit dan pemeriksaan pra-operasi yang komprehensif.

Melalui penerapan berbagai sistem manajemen keselamatan, kami memastikan pasien dapat menjalani operasi dengan aman dan tenang.
*Tutup pada Hari Minggu dan pada libur nasional